kumpulan puisi terbaru 2017



       

        Hai...googlers kali ini santri TBS kudus mau bagi bagi kumpulan puisi karya ane sendiri cius deh...ya buat kalian yang lagi males bikin puisi. nggak ada salahnya untuk nyobain ini. langsung aja gan catet atau copy terserah......!!!!!!!!!!!





 Bangunlah O...Pemuda !

Gempita suara atas angkasa
Wahyu kebangunan tanah tercinta
Bangunlah pemuda, saudaraku sayang
Dengarlah nyanyian girang-gemirang
       Marilah saudara berbimbingan tangan
       Mengayun langkah pulang ke taman
       Bersinar cahaya di ufuk timur
       Tanda bangsaku bangun tidur
Insaflah saudara, pemuda bangsaku
Mari berbakti pada ibu
Gunakan ketika selagi ada
Berbuatalah jasa semasa muda
        Ombak berdesir lagunya merdu
        Ditingkah kasidah alunan kayu
        Bangkitlah pemuda, saudaraku sebangsa
        Dengarlah panggilan tanah tercinta
Jalan lagi duduk bermenung
Marilah kita menyadari untung


Perang Dunia


Detik-detik tumpah darah ruah
Seolah berjalan di atas karpet merah
Senapan demi senapan terluncur
Tanah asri tak berbaur
Kontroversi kekuasaan penjajah
Rakyat primitif lemah terpecah
Kata demi kata tak terucap
Keberanian dan iman sirna lenyap
Aliansi fasis bagai tak berbasis
Tetes darah tersirat sadis
Logistik haluan di papan kematian
Jerit tangis berselimut nisan
Manakah akal sehat mereka
Ambisi nafsu iblis neraka
Terbuku-buku lampiran sejarah
Inikah jaya politik penjajah
Tokoh pejuang korbankan raga
Gantian emosi tak tersangga
Merdeka diperjuangkan beliau
Kan terdoa walau lampau


Terlupakan

Guguran waktu berganti benci
Padahal tak berbuat keji
Dulu tercerita hidup senang
Canda tawa bergemirang riang
Egokah diri pilih lainnya
Membuat fikiran ini bertanya
Masihkah dia peduli padaku?
Masihkah dia setia padaku?
Lihat insan ini tercampakkan
Melihat hati hancur berserakan
Manakah hati nuranimu saudara
Cobalah mengerti resahku di dunia
Sudah laraku sakit bertambah
Akibat dirimu selalu berulah
Cukup lupakanlah kenangan
Tak kuat diriku pertahankan



Cinta Sakit


Cinta tertusuk mendalam rusuk
Desiran kata tersambar busuk
Apakah hidup teralir air mata darah
Seolah sirna cerita pencurah
Tersusun atas bara api suci
Lenyaplah cinta pendengar saksi
Jalinan batin terguling jauh
Kenangan hati dulu tersentuh
Hari-hari tersandar sakit
Ingat luka abadi terjangkit
Berkaca menyadari kesalahan diri
Manakah takdir cinta penanti
Gelombang bahtera cinta musnah
Tak satu terbentuk indah
Alunan demi alunan tergantikan
Tanyakan bila itu keresahan
Cukuplah sudah diri terbagi
Tak kuasa jiwa menaungi
Jalan cinta murni berantakan
Ooh....sungguh cinta menyakitkan


Tak kan Cinta


Ikhlaslah hati sering disalah arti
Tulusnya cinta pernah kau hargai?
Rindu membayang rasa gundam
Sayang hanyut seraya tenggelam
Bertapak-tapak antara gunung
Telan masa hanya termenung
Dinginnya hati terpisah sendiri
Berlabuh manakah penenang hati
Hanya nafas angin bercerita
Detik waktu selaras terpinta
Hilangnya kata I Love You
Membuat tangis tersedu-sedu
Pohon rindang menjadi teman
Cinta memang mustahil digantikan
Di tembus surya takkan lagi
Diri bergantung pada illahi
Terdiam perih pikiran pilu
Terbaring lemah depan pintu
Benturan asri symponi sunyi
Seakan cinta sirna mati


Akhir Cinta


Suara rindu terdengar merdu
Tak sadar walau terpaku
Sesal demi sesal tercurah
Putuskan akhir cinta indah
Terukir kesal berbaur benci
Tak fikir kebohongan diri
Kecintaan benar berguguran
Rapuhnya hati dalam sambaran
Hancurnya termakan air
Denyut renungan tak teralir
Lankah kaki mana mau berjalan
Tuk cari cinta hidup idaman
Masa demi masa mencari
Makah gerangan cinta sejati
Hanya sayup-sayup tersisa
Tergantung duka angkasa
Hembusan nafas laksana pasrah
Gantikan hidup poros terbelah
Apa guna diri bercinta
Kalau ujung hari derita

Gelisah Galau Merana


Hati bergerumuh terdengar kecewa
Pandang mata angkara murka
Batin merana fikir terbelit
Menyaksikan cinta terjepit rumit
Akibat kasih seraya diambil
Sangat pedih biarpun kecil
Meleleh bola cinta suci
Dingin rasa kekasih hianati
Bergelandang bawah pohon rindang
Cerita tertulis bahwa tak riang
Sosok manusia tak tulus cinta
Serpihan tanda dalam duka
Sakit, sakit, oh sakit hati
Inikah janji ikatan bakti
Dusta, dusta, terlantunkan
Terpendam hati kesusahan
Diri ini sepi kembali
Tiada cinta menemani
Dulu memang tergambar indah
Tapi kini rasa hati terpecah belah

Teman Penghianat


Diri ini lepas terhianati
Janji bergeser silih berganti
Kata manis di dalam pahit di luar
Kekecewaan tak ujung kelam
Dusta menyakitkan seraya terbakar
Hati tersayat membekas kasar
Laut tak berpasang tanda kebencian
Tetes air mata di ujung jalanan
Kau bercumbu meratapi pendusta
Kiranya teman takkan sia-sia
Segenap alasan ini berganti
Kedustaan hati terwanti-wanti
Inikah teman? Inikah dusta?
Hujan badai mungkinkah reda
Serpihan kata teman terurai
Rasa hati menggebu berantai
Lupakan kebersamaan hari lampau
Teman berpulang daku darimu
Lenyaplah teman di atas celah
Oh..sungguh hati ini terpecah belah


 ini aje ya gan semoga bermanfaat.....kapan kapan ane kasih lebih banyak

Comments